Belajar merakit sound Mini Rumahan DIY!

Speaker Aktif Rakitan kak Ryan

Catatan Kak Ryan - Hobbi elektronika dari dulu memang punya keinginan berkarya, salah satu karya yang sempat diabadikan adalah sound sistem rakitan. Sebenarnya ada banyak karya-karya lain yang tak sempat difoto, kalau karya lama saya belum punya smartphone jadi ya tidak ada kenangan hasil karya tersebut.

Saya akan sedikit ceritakan dari mana asal mula saya bisa membuat speaker box ini, semuanya saya buat dengan biaya gratis. Tapi sebagian ada yang bayar, speaker subwoffer saya diberi oleh teman saya Bayu Mahendra. Dikala itu saya memang tengan menanyakan speaker, bayu mempunyainya dan dia juga tidak paham cara penggunaanya akhirnya diberikan ke saya.

Sementara speaker gabungan 6 inch berwarna hitam saya dapatnya hasil mungut di kostan temen. Awalnya speaker tersebut sudah dijadikan asbak rokok, tapi saya perbaiki kembali bisa dilihat ditengah speaker black itu ada bekas lem.

Speaker satunya milik Saburul Mian, dia bilang speaker itu sudah lama ada digudang. Ya benar speakernya sudah lama membran sudah menyentuh bagian dalam sedikit ada suara kresek kresek ketika speaker dinyalakan. Punya sabirul dayanya besar 200watt dari keseluruhan speaker.

Untuk boxnya saya bikin dari triplek bekas, rencananya saya mau merakit sebuah amplfier agar bisa menghandle tiga buah speaker ini. Power yang saya butuhkan 200watt + 60 Watt + 30 Watt, tapi saya bikin yang kecil menggunakan TDA 2030. Bukan tanpa alasan saya membuat dari TDA2030, itu karena saya tidak punya uang. Harga sirkuit hanya 15ribu, sedangkan modul harganya kebih mahal kisaran 78-100ribuan.

Awalnya beberapa speaker hidup dengan baik, karena suaranya dinilai kurang besar saya terus-terusan memodifikasinya. Mulai dari menaikan tegangan, mengganti sirkuit dengan TDA2050 tapi hasilnya sama saja tidak ada perubahan saya hanya mendapatkan suara biasa saja kurang josss. Makin lama saya berfikir sudah habis banyak uang yang dikeluarkan buat membeli komponen tapi hasilnya tidak memuaskan, akhirnya saya menghentikan project.

Pada masa pembuatan saya sudah menghabiskan banyak uang, IC TDA 2030 mengalami kerusakan beberapa kali. Rusak akibat short, kemudian rusak akibat panas, dan yang terakhir rusak akibat diberi tegangan tinggi yang melebihi kemampuanya.

Saya hanya ingin merakit sebuah amplifier untuk menjalankan box speaker pasif yang sudah saya rakit. Berbagai rangkaian amplifier saya kumpulkan, paling sederhana menggunakan sirkuit seri LA dan TDA. Karena semakin banyak komponen yang dibutuhkan pembuatan bisa menelan harga yang mahal, misalnya harga sebuah resistor di toko elektronik temparku Rp 1000 perbuahnya. Padahal kalau beli satu pack 10 ribu sudah dapat banyak, kemudian harga sirkuit TDA 15ribu.

Harga komponen kecil mungil tersebut lebih mahal, bagaimana kalau kita membutuhkan banyak komponen. Kalau dihitung ya tekor beli komponen satuan, mending beli modul / kit yang sudag jadi.

Membeli kit sama sekali tidak terbayang dalam diri saya, padahal sudah ada kit modul yang harganya lebih murah. Kebanyakan orang rakit amplifier menggunakan modul, sekarang banyak banget modul ampli yang dijual dipasaran dengan harga murah. Antara 50-400ribu tergantung daya yang dihasilkanya.

Tahun 2017 memang saya dalam masa kesulitan hanya punya uang sedikit tidak punya banyak uang seperti sekarang. Jumlah uang pernah saya pegang paling besar 25ribu, itulah alasan saya memilih jalan pintas merakit sendiri amplifier yang sederhana menggunakan lebih sedikit komponen.


Power MINI dalam box amplifier

Sound Mini kak Ryan
Speaker Mini atau disebut juga musik mp3 kecil yang baru selesai pembuatan box nya.

Kalau bisa saya mau membuat sebuah mp3 player yang menggunakan baterai isi ulang, dengan suara output minimal 80watt. Power mini ini langsung diintegrasikan dengan speaker sehingga membentuk rangkaian salon aktif, kalau sekarang kan sudah ada produknya namanya advance speaker. Sudah pernah saya lihat produk advance speaker menggunakan modul dengan sirkuit chip kecil.

Kualitas suara yang dihasilkan ada yang lumayan dan ada yang sedang, kalau beli speaker advance sedang sepertinya suara kurang nendang. Lebih enak memilih ukuran jumbo, bass nya lebih terasa. Gambar diatas adalah bentuk jadi dari beberapa speaker, belum termasuk amplifiernya:

Berkat merakit box jadi paham kenapa speaker membutuhkan box yang terbuat dari kayu, tujuanya agar suara bass yang dihasilkan bisa lebih terdengar. Konsep box speaker harus mempunyai ruang kosong lebih panjang ke belakang, kecuali buat speaker dengan power besar.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan ketika merakit power amplifier, saya jadi lebih tahu kenapa power itu membutuhkan daya yang besar. Bentuk speaker walaupun hanya terdiri dari sebuah kumparan kawat saja ternyata membutuhkan arus besar agar bisa bergetar, tidak boros terhadap daya hanya saja membutuhkan daya yang besar.

Dalam dunia per audioan sound system, semua rancangan alat bantu sudah disediakan. Ada Spekaer subwofer, twetter, ada amplifiernya, ada Crossover, Ada Equalizer, Ada Mixer, Penerima Mic, Unit Genset, dan juga sebuah pemutar musik atau bisa menggunakan keyboard Roland.

Posting Komentar untuk "Belajar merakit sound Mini Rumahan DIY!"